Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2008

CDMA

CDMA Tawarkan Kecepatan 73,5 Megabit Per Detik 24 Desember 2005 Mungkinkah zaman keemasan kelompok GSM akan segera berlalu? Sebuah pertanyaan yang masuk akal karena dengan kecepatan maksimal 9 kilobit per detik atau hanya sekitar 0,009 megabit per detik tentu akan sulit memenuhi tuntutan kebutuhan pelanggan masa depan. Perjalanan sang waktu memang tidak bisa dihentikan dan teknologi terus berpacu dengan putaran bumi, hanya regulasi yang mampu memagari agresivitas penemuan-penemuan baru. Di mana kecepatan nirkabel sekarang sudah puluhan ribu kali dari transmisi SMS (layanan pesan singkat). Bagaimanapun harus ada antisipasi jangka panjang yang cerdas dan jujur untuk melihat perkembangan zaman sehingga tidak ada pihak yang dirugikan karenanya. Dengan demikian, ketika regulasi mencoba mengatur seperti aplikasi teknologi generasi ketiga (3G), telekomunikasi nirkabel di negeri ini tidak lagi kisruh. Sementara dunia sudah menawarkan transmisi data nirkabel dengan kecepatan sangat mencengangkan. Sekalipun baru akan dipublikasikan secara resmi pertengahan tahun depan, perkembangan yang ditawarkan kelompok pengembang teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) ini sungguh di luar perkiraan. Teknologi yang disebut dengan CDMA2000 1xEV-DO Revision B ini mampu melakukan transmisi data maksimal sampai 73,5 Mbps. Kemampuan ini kira-kira mampu mentransfer data pada sebuah CD-ROM yang berkapasitas sekitar 650 megabit (Mb) dalam waktu kurang dari sembilan detik melalui udara. Sungguh ini merupakan hal yang sangat tidak masuk untuk kondisi Indonesia saat ini, di mana untuk mengirimkan gambar beresolusi 1,2 megapiksel (Mp) atau sekitar 100 kilobit (kb) sudah sulit. Padahal, sudah ada jaringan GPRS yang merupakan penyempurnaan jaringan GSM. Pengiriman file seperti sebuah foto di atas saat ini baru bisa lancar dilakukan melalui jaringan telepon kabel. Modem telepon fixed-line dengan kapasitas 56 kbps sudah cukup, sekalipun tidak pernah mencapai kecepatan maksimal karena terbatasnya jaringan. Maka tidaklah mengherankan apabila perlombaan sekarang terjadi di udara, apalagi dengan mahalnya investasi untuk jaringan kabel karena padatnya bangunan atau daerah yang luas. Bahkan jaringan serat optik yang kecepatan aliran datanya bisa mencapai 10 Mbps pun sangat mustahil untuk dibangun dengan kondisi ekonomi saat ini. Solusi CDMA Kelompok Pengembang CDMA atau CDG (CDMA Development Group) mengungkapkan rencananya dalam pertemuan tahunan di Hongkong pertengahan November lalu. Agresivitas CDG dalam 3G World Congress ini bagaimanapun merupakan tantangan bagi para operator jalur GSM. Revisi B ini merupakan penyempurnaan standar CDMA sebelumnya yang saat ini sedang menjadi barang dagangan terbaru bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi raksasa. Teknologi CDMA2000 1xEV-DO Rev A yang baru saja meningkatkan kemampuan dibandingkan CDMA2000 EV-DO, yang disebut juga revisi 0. Kecepatan maksimum Revisi B ini dapat dicapai dalam spektrum frekuensi selebar 20 MHz, di mana secara dinamik menerapkan gelombang pembawa RF (radio frequency). Untuk gelombang RF tunggal sebesar 1,25 MHz dan sebuah kelompok dalam 5 MHz masing-masing bisa melakukan downlink maksimum 4,9 Mbps dan 14,7 Mbps. Sebagai gambaran, kecepatan dengan pembawa tunggal ini lebih baik dari Revisi A yang ditawarkan perusahaan seperti Motorola, baik dalam pertemuan di Hongkong maupun demonstrasi kepada para operator di Jakarta, Selasa (13/12) lalu. Di mana para revisi A dapat mencapai downlink maksimal 3,1 Mbps dan uplink 1,8 Mbps. Pada Revisi 0 kecepatan downlink 2,4 Mbps dan uplink 153 kbps, sedangkan CDMA2000 1x kecepatan donwlink dan uplink hanya 153 kbps. Teknologi terakhir ini yang masih digunakan keempat operator CDMA di Indonesia, sementara mereka baru akan meningkatkan kemampuan menjadi CDMAa2000 1xEV-DO. Dalam demo di Jakarta revisi A saja sudah banyak memperlihatkan kemajuan, terutama dalam aplikasi yang sangat sensitif dengan delay (penundaan) seperti VoIP (Voice over Internet Protocol). Komunikasi video calling secara mulus dapat dilangsungkan dan jeda nyaris tidak terasa. Pada revisi A ini intinya menyempurnakan revisi 0, di mana data dan suara dapat dialirkan bersama. Di mana pada intinya teknologi ini mengubah dari sistem circuit switch ke data switch yang berbasis pada IP, kata Thomas Quirke, Direktur Pemasaran untuk Solusi Jaringan Akses Radio GSM dan UMTS Motorola. Tentu saja Motorola tidak sendiri dalam memasarkan produk CDMA ini. Seperti Nortel juga sudah menawarkan solusi triple play dengan gabungan teknologi CDMA2000 1xEV-DO Rev A dan WiFi, juga Alcatel dari Perancis yang menguasai infrastruktur satelit juga memberikan solusi lengkap, termasuk dengan WiMAX. Jalur GSM Sementara kubu GSM meningkatkan kecepatan dengan teknologi HSDPA (high-speed downlink packet access). Teknologi ini merupakan penyempurnaan dari jaringan 3G yang disebut W-CDMA (Wideband-CDMA) yang sebenarnya merupakan teknologi yang sama sekali berbeda dengan GSM. Perusahaan Nortel dan Qualcomm baru saja berhasil melakukan panggilan melalui teknologi baru ini dengan kecepatan rata-rata 3,6 Mbps. Uji coba ini dengan mempergunakan handset kategori 6 yang menggunakan modulasi 16 QAM, kecepatan yang diperoleh lebih tinggi dari koneksi fixed broadband saat ini. Kebanyakan operator yang memulai dengan teknologi GSM memiliki teknologi yang juga disebut UMTS (universal mobile telecommunications system) ini. Bahkan operator di negara seperti Jepang yang langsung memulai dengan W-CDMA juga mencoba menjembatani dengan teknologi GPRS yang merupakan penyempurnaan dari GSM. Dengan demikian, tidak mengherankan apabila ponsel GSM yang memiliki fasilitas akses W-CDMA bisa beroperasi di Jepang, sekalipun negeri itu tidak memiliki jaringan GSM. Dan saat ini sudah cukup banyak ponsel GSM yang dilengkapi fasilitas akses 3G W-CDMA yang bisa menjadi pengikat konsumen GSM. Sementara Motorola yang juga bermain di teknologi HSDPA, bahkan pertama kali mendemokan teknologi ini tahun 2004 kembali harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. Termasuk dalam hal ini adalah Ericsson dari Swedia yang sangat agresif menawarkan produknya di Indonesia dan Siemens Communications dari Jerman. Perjalanan untuk teknologi mobile broadband bagi aliran GSM memang cukup panjang dan tidak sederhana, yaitu dengan generasi antara, GPRS dan EDGE yang kurang populer karena dunia lebih memilih langsung ke 3G. Teknologi HSDPA masih akan disempurnakan dengan HSUPA (high speed uplink packet access) sebelum melangkah ke generasi keempat (4G) dengan teknologi OFDM. Dalam strategi Motorola dengan seamless mobility-nya penerapan teknologi bergerak nirkabel berkecepatan tinggi sangat penting, apakah HSDPA ataupun CDMA2000 1xEV-DO Rev A yang semua mengacu pada IMS (IP multimedia subsystem). Yang perlu diantisipasi adalah arah perkembangan teknologi telepon seluler yang berbasis pada Internet Protocol (IP). Hampir semua perusahaan telekomunikasi besar merancang arsitektur telekomunikasi dengan berintikan IMS, termasuk Alcatel, Siemens, Nortel. Sementara untuk generasi ketiga ini masih ada satu teknologi yang dikembangkan China, yaitu TD-SCDMA (Time Division Synchronous Code Division Multiple Access). Teknologi yang dikembangkan untuk menghilangkan ketergantungan pada teknologi barat ini nampaknya kurang banyak diminati para operator di Asia sendiri. (KOMPAS)

3G

Anak Dan Problematika Orang Tua Bekerja
Perkembangan Mental yang sehat bagi seorang anak juga ditentukan oleh intensitas kebersamaan serta interaksi yang konsisten antara orangtua dengan kehidupan anaknya.Ketika Kebersamaan Menjadi IntinyaTidak ada seorang anak-pun akan setuju dengan kebanyakan mindset orang tua sekarang yang berprinsip bahwa kualitas pertemuan dengan orang tua adalah sudah mencukupi.Karena bagaimanapun juga kuantitas selain kualitas kebersamaan dengan orang tua bagi seorang anak tetaplah penting karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan moral diri anak itu sendiri. Menurut penelitian, interaksi langsung yang sering terjadi antara orang tua dan anak sangat berperan banyak dalam pembentukan karakter dan moral anak yang lebih baik.Sebut saja contohnya untuk kasus-kasus remaja ibukota seperti kasus narkoba dikalangan pelajar atau kasus di dunia pendidikan Indonesia saat ini yang sedang berkabung akibat sekitar 20% siswanya tidak lulus ujian nasional. Menurut tokoh pendidikan Jateng Drs H Sudharto MA di Semarang, hal ini juga secara tidak langsung disebabkan oleh kurangnya interaksi antara orang tua dengan anak dan pihak sekolah akibat waktunya yang sudah tersita dengan pekerjaan mereka. ”Anak-anak kita jangan diurus pembantu dan pengemudi, orang tua juga harus selalu mendampingi mereka.” saran Drs H Sudharto MA.Riset terakhir menguatkan apa yang dikatakan oleh tokoh pendidikan Jawa Tengah tersebut. Survei paling komprehensif yang pernah diadakan mengenai remaja menemukan bahwa remaja yang memiliki hubungan baik dengan orang tuanya, dengan keluarganya, serta dengan komunitas sekolahnya, akan lebih sehat jiwanya daripada yang tidak. Dan hal tersebut tidaklah tergantung pada ras, etnik, struktur keluarga, atau pun status ekonomi. Namun tergantung pada seberapa besar perhatian orangtua mau meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anaknya. Lebih lanjut, studi yang sama menyatakan bahwa semakin banyak interaksi bersama yang diikuti orang tua dan anak, semakin efektif untuk mencegah kasus kehamilan atau narkotika di kalangan remaja (Blum & Rinehart, 1997)Sehingga patut diingat bahwa anak, terlebih yang sedang beranjak remaja masih memerlukan orang tuanya sama seperti halnya seorang bayi dan balita. Pentingnya kebersamaan antara orang tua dengan anak tidak boleh berkurang bahkan pada saat anak beranjak dewasa sekalipun.Namun kondisi perekonomian Indonesia, terlebih setelah krisis moneter memang memaksa para ibu-ibu rumah tangga mau tidak mau juga harus turut ambil bagian membantu perekonomian keluarga. Hubungan antara anak dan orang tua yang sebelumnya masih dapat tertutupi dengan adanya kehadiran ibu dirumah, sekarang menjadi semakin merenggang di tengah situasi keluarga yang kedua orangtua-nya bekerja dan menitipkan anaknya sehari-hari dalam asuhan pembantu atau anggota keluarga lainnya. Lalu apa solusinya agar kualitas dan kuantitas kebersamaan antara orang tua yang sibuk bekerja dengan anak dapat tetap terjaga? Jarak dan waktu adalah kendala utama bagi orangtua masa kini yang sibuk bekerja namun berharap untuk tetap dapat menjalin kebersamaan yang harmonis dengan anak. Untuk itu dibutuhkan sebuah tools yang mampu menutup jurang pemisah antara anak dengan permasalahan orangtua masa kini. Solusi untuk permasalahan ini akan segera dapat terjawab dengan akan hadirnya layanan komunikasi berbasis teknologi generasi ke tiga (3G) di tanah air kita seperti yang telah banyak digembar-gemborkan di berbagai media massa. Sebuah teknologi telekomunikasi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan keluarga masa kini.Teknologi Menjadi SolusinyaMemang tidak dipungkiri bahwa dewasa ini teknologi semakin menyatu dengan manusia dan bahkan sering menjadi jawaban untuk mempermudah kehidupan di segala hal. Salah satu provider telekomunikasi, ProXL, dengan visinya “Life Unlimited”, sebentar lagi juga akan menghadirkan teknologi telekomunikasi berbasis 3G di Tanah Air. Sebuah layanan telekomunikasi yang memungkinkan kita untuk dapat berinteraksi dengan sesama bukan hanya melalui media suara saja, namun juga sekaligus menikmati tatap muka dengan lawan bicara dan berinteraksi secara langsung melalui fasilitas video on call. Sehingga kendala jarak dan waktu tidak lagi jadi penghalang berkat adanya layanan 3G ini, untuk dapat tetap menjaga keharmonisan dan kebersamaan antara orang tua yang sibuk bekerja dengan anaknya.Layaknya sebuah kendaraan yang seakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi keluarga masa kini, mobilitas dan konektifitas secara realtime pada saatnya juga akan menjadi sesuatu yang vital dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perlu disadari, manfaat layanan 3G terbaik pada nantinya bukanlah pada fungsi voice, atau layanan data supercepat semata. Karena kalau hanya fungsi voice, sudah jelas, layanan GSM yang sekarang pun sudah lebih dari cukup untuk dapat berkomunikasi kapan saja dan dimana saja. Bahkan untuk komunikasi data seperti email maupun layanan internet dengan teknologi GSM 2.5G seperti GPRS atau EDGE juga dirasa masih belum maksimal dalam penggunaannya oleh masyarakat sekarang. Namun lebih dari itu, manfaat layanan 3G akan menjadi suatu katalisator convergence bagi digital lifestyle sebenarnya dengan kehidupan konvensional. Pada nantinya PDA dan smartphone juga akan menjadi suatu alat dan sarana yang sangat berperan penting dalam sebuah keluarga seperti halnya sebuah kendaraan pribadi atau pembantu rumah tangga. Dari orangtua yang sibuk bekerja mencari uang, anak dengan keasikan bersosial dan sekolahnya, hingga pihak guru dan sekolah, semuanya akan melengkapi diri dengan perangkat mobile 3G agar hubungan yang harmonis dapat terus terjalin diantara mereka.Karena tingkat komunikasi yang interaktif, yang mampu membangun intimacy dan rasa kebersamaan selama berkomunikasi hanya dapat terjadi bila kita dapat menatap wajah lawan bicara. Bagaimanapun juga, perasaan yang ditimbulkan akan berbeda bila dalam proses berkomunikasi tersebut kita dapat berbicara, melihat dan mendengar pada saat bersamaan. Seakan-akan tidak ada bedanya dengan kita berbicara sendiri dengan lawan bicara kita secara nyata.
3G Untuk Kebersamaan KeluargaDitahap manapun kita berada, 2G ataupun 3G, sebentar lagi kita harus dapat menerima kenyataan bahwa mobilitas serta konektivitas akan menjadi suatu yang tidak terpisahkan dalam kehidupan berkeluarga.
Mengikuti cepatnya perkembangan teknologi telekomunikasi, mungkin dapat sedikit memusingkan bagi orang awam untuk dapat paham sedemikian banyak teknologi maupun jargon-jargonnya. Secara sederhananya, Third Generation technology (3G) dapat kita konotasikan sebagai teknologi komunikasi Video on call dan faster data transmission. Karena salah satu perbedaan utama antar teknologi komunikasi 3G dengan teknologi GSM yang ada sekarang (2G & 2.5G) adalah terletak pada kapasitas transmisi data yang tersedia bagi si pemakai hingga memungkinkan kita untuk berbicara sambil bertatap-muka dari sebuah handphone. Sebagai perbandingan, bila dalam jaringan 3G kapasitas transmisi data mampu mencapai 2Mbps, maka dalam arsitektur jaringan 2G kecepatan transmisi data bervariasi hanya antara 9,6 Kbps hingga 14,4 Kbps. Dan pada generasi penerusnya yaitu 2,5G dalam prakteknya mampu memiliki kecepatan sebesar 57,6 - 112 Kbps untuk GPRS. Sedangkan EDGE secara teoritis mampu mencapai kapasitas transmisi hingga 384 Kbps.Namun seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, keunggulan teknologi ini terletak pada flexibilitasnya nanti yang akan membawa rasa baru dalam berkomunikasi. Teknologi yang dapat membuat banyak kemungkinan dalam aplikasinya nanti. Menelpon maupun terkoneksi, akan menjadi suatu pengalaman yang begitu personal, mengasikkan dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Berinteraksi secara nyata. Mungkin ada gunanya bila kita membawa diri sejenak ke masa depan dan melihat seperti apakah aplikasi digital lifestyle dalam sebuah keluarga saat teknologi 3G sudah terealisasi secara penuh dan menyatu dalam kehidupan masyarakat.Kebersamaan Tanpa BatasBayangkan sebuah keluarga dengan 2 orang anak, Tia dan Kiko, yang harus menerima kenyataan bahwa kedua orangtuanya bekerja. Tia, adalah yang terbesar dan sedang menikmati indahnya masa-masa SMA. Sedangkan Kiko yang terkecil, baru saja akan masuk sekolah dasar.Untungnya dengan hadirnya teknologi 3G di tengah keluarga mereka, sang Ibu masih dapat menemani anaknya yang terkecil disela-sela kesibukannya di kantor pada hari pertama anaknya masuk TK. Dengan sabar memberi pengertian kepada anaknya sambil bertatapmuka dan berinteraksi melalui video on call agar tetap tenang dan tidak perlu merasa takut di hari pertama masuk sekolah. Sang anak pun merasa tenang hatinya, karena menyadari bahwa ibunya tetap dapat menemani dirinya kapanpun dibutuhkan.Pada saat yang bersamaan, sang Ayah yang tengah bekerja di kantor tiba-tiba teringat bahwa hari itu adalah hari pertemuan antara orangtua dengan guru-guru disekolah anaknya yang tengah duduk di bangku SMA. Pertemuan rutin untuk membahas kemajuan pendidikan anak ditiap-tiap semesternya. Di sekolah anaknya tersebut, jaringan 3G untuk konektivitas telah benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya. Agar memungkinkan para orang tua dapat sepenuhnya berpartisipasi dan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk kehidupan anak-anak mereka juga. Sesibuk apapun.Sekolah itu memiliki sebuah portal Web yang memungkinkan para orangtua untuk dapat terkoneksi dengan situs Web ini dan berkomunikasi secara langsung dengan para guru melalui video on call. Atau mencari informasi seperti data kehadiran murid maupun akses terhadap data-data yang berkaitan dengan nilai mata pelajaran maupun prilaku mereka disekolah. Sehingga berkomunikasi melalui video on call sudah menjadi hal umum disekolah itu, sama halnya dengan mulai lazimnya bersilaturahmi melalui SMS/MMS saat hari lebaran. Dengan adanya fasilitas ini, sang ayah melalui smartphonenya dapat tetap menghadiri acara tersebut, walaupun hanya secara virtual. Akhirnya melalui video on call tersebut sang ayah mengikuti acara tatap muka sambil sesekali bertanya kepada para guru yang hadir saat itu seputar pendidikan anaknya disekolah.Memang, kecenderungannya Anak Baru Gede (ABG) jaman sekarang seringkali enggan bila aktifitas mereka “diganggu” dengan kehadiran orang tua dilingkungan mereka. Entah dengan alasan mereka yang merasa sudah dewasa hingga malu dengan teman-temanya. Ataupun karena merasa tidak lagi memiliki ikatan emosi yang terlalu dekat dengan orangtuanya. Banyak alasannya. Namun tidak bagi Tia. Peran orangtuanya yang selama ini selalu menanamkan nilai-nilai yang positif kepada anaknya, telah membawa Tia kepada suatu pemahaman bahwa seorang anakpun harus memiliki tanggung jawab tidak hanya pada dirinya sendiri namun juga kepada orang lain, terutama orangtua.Tia yang terkadang pulang malam menghadiri acara pesta teman-temannya kini tidak lagi membuat was-was orangtuanya yang menunggu di rumah dengan adanya fitur Location Based Service dari 3G. Fitur ini bekerja seperti layaknya sebuah tracking device yang memungkinkan pemakainya dapat mengetahui lokasi geografis seseorang, ataupun kendaraan baik secara otomatis maupun melalui otorisasi terlebih dahulu dari orang yang bersangkutan. Dengan fasilitas ini, handset Motorolla Tia yang memiliki fitur GPS, dapat mengirimkan data coordinat ke smarphone orangtuanya yang terintegrasi dengan fitur Geograpic Infromation System (GIS) sehingga orangtuanya dapat mengetahui keberadaan anaknya yang tengah pergi di malam hari. GIS tersebut memiliki fitur menu yang dapat di browsing berdasarkan nama tempat dan jalanan. Dengan fitur ini maka lokasi Tia dapat diketahui secara pasti beserta nama jalan dan tempat Tia berada. Selain itu, urusan mencari taksi bagi Tia di malam hari juga menjadi lebih mudah, karena para taksi sudah dilengkapi dengan GPS dan terkoneksi melalui Location Based Service yang memungkinkan seseorang dapat mengetahui keberadaan taxi disekitarnya serta mengirimkan kordinat lokasinya ke taxi tersebut sebagai konfirmasi panggilan. Bagi Tia, ini merupakan sistem keamanan baru 24 jam yang memungkinkan dia dapat pergi dengan rasa aman. Dan yang terpenting tidak lagi membuat was-was orangtuanya karena jarak tidak lagi menjadi batasan dengan adanya video phone dan location based service dari 3G.Rasionalitas Vs EmosionalitasMelihat peran aplikasi 3G seperti yang diilustrasikan diatas, akan selalu menimbulkan pertanyaan, seberapa mahal harga yang harus dibayar untuk sebuah kebersamaan secara virtual seperti itu? Apalagi di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang semakin sulit, daya beli yang semakin lemah, dan tingginya harga BBM. Sehingga terkesan bahwa teknologi ini belum tentu untuk semua segment keluarga. Namun, orangtua sehat manapun akan memiliki pandangan yang relatif sama, kita bekerja demi anak, dan anak butuh orang tuanya. Bukankah secara faktualnya inkonsistensi dari emosionalitas orangtua terhadap anak seringkali mengalahkan hitung-hitungan rasionalitas? Apakah kita harus menempatkan sebuah hubungan yang harmonis dan masa depan anak-anak kita pada resiko kehancuran karakter bila disaat bersamaan ada cara baru untuk dapat tetap membangun sebuah kebersamaan yang lebih efektif dan efisien - Video on Call.
Paradigma Baru BerkomunikasiTeknologi telekomunikasi dewasa ini adalah sesuatu yang transformatif, dan perusahan telekomunikasi adalah cultural change agent-nya. Amerika, menjadi Amerika yang berbeda setelah penemuan telegraph. Dunia, menjadi dunia yang berbeda setelah televisi. Dan sekarang, dunia akan kembali berbeda setelah munculnya teknologi selular, dengan hadirnya teknologi 3G.Disinilah letak kekuatan sebenarnya dari industri telekomunikasi, dimana tidak hanya sebatas business risk taker, namun juga menjelma menjadi sebuah cultural risk taker. Suatu simple invention yang dilakukan oleh ProXL dan perusahaan lainnya untuk dunia telekomunikasi di Indonesia hari ini, pada nantinya akan membawa dampak besar bagi kehidupan ratusan juta penduduk di negeri ini secara global. Membuat suatu perubahan kultur kehidupan yang lebih kondunsif dan positif ditanah air ini dalam beberapa tahun mendatang. Juga disinilah tantangan bagi para pelaku telekomunikasi di Indonesia untuk dapat berfikir out of the box agar dapat merubah mindset masyarakat untuk mulai berfikir secara “mobile”, bukan menit!Karena saat kita mengganti teknologi kawat dengan wireless, sepatutnya tidak lupa untuk turut mengganti paradigma berkomunikasi di masyarakat-nya juga agar sesuai dengan aliran teknologi yang dianut. Disinilah letak missing point permasalahan utama-nya pada implementasi 3G. Bukan pada handsetnya, varietasnya maupun teknologinya, namun mindset pemakainya.3G sekali lagi bukanlah semata menjadi pengganti sarana telekomunikasi telepon rumah maupun selular yang ada sekarang ini, karena letak kemampuan potensial sebenarnya dari 3G adalah pada “mobility” dan “immediacy”, hal yang belum dimiliki oleh teknologi komunikasi 2G maupun 2,5G seperti telah dijelaskan sebelumnya.Komunikasi secara mobile dan immediate tidak berarti hanya sebatas kita berkomunikasi kapanpun atau dimanapun, namun lebih luas dari itu, mobility dan immediacy berarti bahwa kita dapat merespon secepatnya saat itu juga dalam kaitannya dengan bentuk berkomunikasi, dimanapun dan kapanpun saat diinginkan. Dengan kata lain, ini adalah Interaksi. Komunikasi yang tidak lagi berupa monolog, namun berubah menjadi “dialog” serta lebih kaya akan interaksi.Kini sudah saatnya para operator-operator telekomunikasi mulai bertindak sebagai cultural change agent dan membawa masyarakat menuju suatu kehidupan yang bernama “mobile”. Dan suka atau tidak, interaksi secara mobile akan mendominasi dalam keseharian hidup masyarakat kita di tahun-tahun mendatang, bukan dekade. Ambil saja contoh, akal sehat kita mungkin mengatakan Oral culture masyarakat kita dari tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an saat sudah diperkenalkannya teknologi selular, memang bentuknya adalah bicara, sesederhana itu. Namun dengan mulai diminatinya SMS sebagai alternatif komunikasi selular yang berbiaya murah beberapa tahun belakangan ini, diluar dugaan dalam waktu singkat ternyata mampu membawa perubahan besar. Tidak hanya semakin tumbuhnya market share layanan GSM namun juga pada budaya bertelekomunikasi masyarakat dari “speaking” menjadi “texting” walaupun ini juga merupakan bentuk lain komunikasi. Dan dengan adanya 3G diharapkan dapat kembali terjadi shifting dari “texting” menuju “Mobile interacting”. Disitulah letak critical succes factor bagi keberhasilan implementasi teknologi 3G di Indonesia, yaitu bagaimana merubah paradigma berkomunikasinya terlebih dahulu. Karena sebuah service provider sudah seharusnya lebih banyak bicara akan “Asiknya!” berkomunikasi, bukan canggihnya teknologi.Pada nantinya dampak dari teknologi 3G ini sudah diprediksi akan menyebabkan terjadinya suatu transformasi dalam budaya berkomunikasi di masyarakat menuju ke suatu taraf kehidupan digital lifesytle dan digital workstyle yang sebenarnya. Dan wujud kemajuan suatu bangsa juga turut diukur dari bagaimana cara bangsa itu berkomunikasi.@

3G vs HSDPA

Ngga nyangka setelah kurang lebih 2 tahun diperkenalkan 3G di Indonesia sekarang sudah muncul evolusi dari 3G yang dikenal dengan nama HSDPA atau 3,5G. Sebenernya apa sih HSDPA itu?, HSDPA atau High Speed Downlink Packet Access merupakan teknologi yang berjalan pada platform 3G pada channel baru yang disebut High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps bandingkan dengan 3G yang ‘hanya’ mencapai 384 Kbps. Karena masih berjalan pada platform 3G namun dengan kecepatan melampaui kecepatan 3G standar maka teknologi ini disebut juga sebagai 3,5G. Sebenernya perkembangan teknologi HSDPA pada 3G hampir mirip dengan perkembangan teknologi EDGE atau Enhanced GPRS (EGPRS) pada GPRS. Perlu diketahui, EDGE memiliki kecepatan downlink mencapai 236 Kbps, cukup cepat jika dibandingkan dengan GPRS standar yang memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps. Karena hal tersebut pula teknologi EDGE atau EGPRS juga dikenal dengan nama teknologi 2,75G.
Setelah lebih dari 1 tahun peluncuran layanan 3G komersil di Indonesia oleh beberapa operator seluler tanah air, ternyata layanan ini belum maksimal pemanfaatannya. Belum banyak masyarakat indonesia yang ‘mencicipi’ berbagai layanan 3G yang tersedia seperti video call, download content, high speed internet access, dll. Dari sedikit pengguna layanan 3G sebagian besar merupakan orang yang paham teknologi, saya yakin bahwa seseorang yang pernah menggunakan layanan 3G, orang tersebut merupakan pengguna internet aktif. Namun, belum banyaknya pengguna layanan 3G, bukan berarti layanan tersebut tidak berhasil di Indonesia, masih butuh waktu untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat terhadap teknologi 3G ini. Tentunya untuk meningkatkan penggunaan 3G di masyarakat, saya rasa operator sebagai penyedia layanan 3G perlu meningkatkan content mereka dan juga yang cukup penting adalah menyesuaikan tarif layanan 3G sehingga cukup mudah dijangkau semua kalangan masyarakat terutama masyarakat umum.
Investasi 3G oleh operator seluler merupakan investasi yang cukup mahal, konon untuk mendapatkan alokasi frekuensi 3G di Indonesia, operator harus merogoh koceknya sekitar ratusan miliar rupiah, belum lagi infrastruktur yang harus dibangun untuk jaringan 3G tersebut. Teknologi HSDPA yang masih saudara dengan 3G bejalan pada jaringan 3G sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan dana yang besar untuk mengimplementasikan teknologi tersebut, itulah mengapa operator seluler juga mendukung teknologi HSDPA begitu teknologi ini diperkenalkan dan tidak lama setelah layanan 3G berjalan. HSDPA menawarkan layanan dengan kecepatan cukup tinggi, ibarat jalan tol, akses internet serasa tidak memiliki hambatan apapun. Dengan kecepatan mencapai 3,5 Kbps bahkan bisa ditingkatkan menjadi puluhan Kbps, kita dapat mengakses berbagai informasi diseluruh dunia melalui internet dan semakin membuat flat dunia kita. Sekarang tinggal manusianya sebagai pengguna teknologi 3G atau HSDPA apakah akan menggunakan teknologi tersebut untuk kemaslahatan atau untuk kehancuran umat manusia.
Sedikit informasi tambahan, sekarang teknologi 4G juga mulai diperkenalkan di seluruh dunia, teknologi tesebut juga masih dalam pengembangan oleh para ahli ICT di seluruh dunia. Teknologi 4G kabarnya menggunakan teknologi WiMax dan kecepatannya dapat mencapai gigabyte per second, hmmm… sudah bisa apa aja ya dengan teknologi 4G tersebut. Selamat datang di dunia tanpa batas ^_^

HSDPA

Teknologi HSDPA Bikin Dunia Makin Transparan oleh administrator pada Sunday 15 January 2006 Orang yang suka selingkuh mungkin sudah saatnya untuk berhenti. Generasi ketiga telepon seluler atau yang biasa disebut dengan 3G memungkinkan komunikasi video call yang tidak bisa menyembunyikan latar belakang mereka yang menggunakannya. Teknologi HSDPA (high speed downlink packet access) merupakan penyempurnaan teknologi W-CDMA (wideband-code division multiple access) yang memenuhi standar generasi ketiga. Ini adalah evolusi pertama yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan mengirimkan data downlink hingga 14 Mbps (megabit per detik). HSDPA juga memungkinkan kemampuan lebih dari dua kali, dari kapasitas sistem data yang ada pada radio spektrum yang ada sekarang. ”Para operator menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap teknologi baru ini, dan Ericsson berkomitmen untuk membantu beberapa percobaan bagi pelanggan,” ucap Lucky I Mirza, Marketing Communications Manager PT Ericsson Indonesia, saat perkenalan produk baru itu di Selangor, Malaysia, awal Desember 2005. W-CDMA Evolved dapat memberikan keuntungan penuh, dan teknologi HSDPA ini memungkinkan operator untuk memberikan layanan mobile broadband terdepan, seperti internet dan akses korporat, dikombinasikan dengan kecepatan penerimaan data yang canggih. Dalam teknologi ini, audio, video, dan file yang besar dapat diambil (download) dengan cara yang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya dengan menggunakan W-CDMA tradisional. Langkah kedua akan termasuk fitur-fitur untuk meningkatkan uplink dengan meningkatkan kecepatan wilayah, kecepatan data yang tinggi, bahkan mengurangi keterlambatan uplink yang sekarang ada. Dengan meningkatnya penetrasi pada layanan berbasis paket data, para pengguna akan membutuhkan kecepatan data yang tinggi dan kualitas layanan yang meningkat. Dan, dengan meningkatnya tingkat penetrasi, banyak operator juga akan membutuhkan kapasitas di dalam jaringan agar dapat memenuhi traffick mobile data yang didapat dari pengguna korporat dan perumahan. Penyempurnaan Langkah pertama W-CDMA Evolved adalah berdasarkan teknologi HSDPA. Ini adalah bagian yang penting dari W-CDMA, dan beberapa perpanjangan yang dispesifikasikan dalam W-CDMA 3GPP standar release 5. Keuntungan lainnya, meningkatkan kapasitas sistem tanpa penambahan spektrum frekuensi serta mengurangi biaya yang cukup signifikan untuk memberikan layanan data terbaik (mobile data service). Desain perubahan yang minimum memungkinkan perkenalan HSDPA yang lancar dan hanya membutuhkan peningkatan peranti lunak (upgrade software) dari base station W-CDMA yang sudah ada. Hal itu mengikuti tradisi Ericsson dalam memasok produk masa depan berdasarkan teknologi yang berkesinambungan. Sebagai perbandingan, proses peningkatan dari jaringan W-CDMA yang ada ke W-CDMA Evolved dengan dukungan HSDPA lebih mudah atau tidak serumit dari perkenalan (introduction) fungsi EDGE dalam jaringan GSM tradisional. ”Mobile broadband” Ericsson merasa yakin, tempo kecepatan data yang lebih tinggi yang diberikan oleh HSDPA akan memberikan keuntungan bagi pelanggan korporat. Selain itu, membuat W-CDMA menjadi akses teknologi favorit untuk mobile office serta aplikasi-aplikasi internet yang membutuhkan kemampuan kecepatan data yang tinggi serta keamanan yang dikombinasikan dengan mobilitas dan kemudahan. Para pengguna layanan HSDPA akan merasakan akses web dan pengambilan data yang besar dan sangat cepat, serta layanan streaming baik dari korporat intranet maupun internet publik. Cakupan wilayah mobile broadband mampu disampaikan oleh W-CDMA Evolved dan tidak membutuhkan tambahan carrier. Bahkan, W-CDMA Evolved menggunakan tenaga yang tidak dimanfaatkan pada base station sehingga meningkatkan efisiensi. Dengan W-CDMA Evolved, operator dapat menyediakan secara simultan layanan suara, video, dan data, serta berbagi saluran layanan data yang tinggi (multiservis) melalui carrier yang sama. Pada saat yang sama pula mendapat keuntungan dari dua sampai tiga kali lipat dari kapasitas sistem data. ”W-CDMA tidak diragukan lagi adalah teknologi yang dipimpin Ericsson. Ericsson memegang portofolio paten yang penting dan W-CDMA yang terbesar,” ucap Lucky I Mirza. Di 15 negara Solusi HSDPA oleh Ericsson sekarang sudah secara langsung (live) beroperasi di 15 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. Menurut Lucky I Mirza, Presiden dan CEO Ericsson Carl Henric Svanberg mengumumkan hal itu beberapa waktu lalu di Stora Aktiedagen dalam acara pemegang saham ritel di Stockholm, Swedia. Di 15 negara itu solusi terdapat pada perangkat komersial keras (hardware) dan lunak (software) dengan menyediakan kecepatan data hingga 3,6 Mbps pada saat downlink. Para operator di seluruh dunia sekarang sedang mendalami kemampuan layanan 3G/HSDPA tersebut sebagai persiapan untuk menjual layanan 3G secara komersial secepatnya. Carl Henric Svanberg ketika itu mengatakan, pihaknya menerima reaksi positif dari pelanggan untuk mendalami penggunaan HSDPA pada mobile broadband di tahap awal. Sekarang sudah ada 15 sistem HSDPA yang hidup dan dievaluasi secara berkesinambungan terhadap aplikasi-aplikasinya. ”Ini menguatkan kepercayaan saya bahwa kita akan melihat banyak kesuksesan HSDPA pada saat diperkenalkannya nanti secara komersial pada tahun 2006 yang berdasarkan solusi dari Ericsson,” kata Carl Henric Svanberg. Kecepatan pengambilan data (download) yang tinggi melalui HSDPA dengan kecepatan hingga 14 Mbps membuat pengambilan gambar menjadi lebih cepat. Hal itu memungkinkan penggunanya dapat menikmati suguhan layanan berupa tayangan dan info langsung dari belahan dunia manapun. Dengan mengaktifkan sistem di telepon seluler, informasi terkini dari belahan dunia manapun akan dapat diakses hanya dengan ujung jari. Bermacam hiburan yang ditayangkan televisi pun dapat dinikmati melalui telepon seluler, juga hanya dengan menekan tombolnya menggunakan ujung jari-jari Anda. Pengguna telepon seluler pun akan dapat berbincang langsung dengan lawan bicaranya, termasuk melihat latar belakang tempat di mana dia berbicara. Karena itu, nanti lokasi bicara tidak akan bisa lagi ditutupi, misalnya dengan mengatakan, ”Ya, saya masih di kantor nih,” padahal ketika itu dia tengah berada di mal, misalnya.

Setting GPRS

SETTING GPRS

· Setting gprs telkomsel
Caranya : .Ketik pesan SMS : GPRS [Nomor Kartu].Contoh : GPRS 6210009922069556 .Kirim ke : 6616 -------------------------------------------Connection Name : Telkomsel GPRS.Data Bearer : GPRS .Access Point Name : telkomsel .Username : wap .Prompt Password : No .Password : wap123 .Authentication : Normal .Homepage : http://wap.telkomsel.com/
.WAP Gateway IP Address : 10.1.89.130 .Port : 9201 (standard), 8000 (proxy)

· Setting gprs mentari
Profile Name : satelindo Homepage URL : http://wap.matrix-centro.com/
IP Address : 202.152.162.250:9200 Bearer : GPRS User Name : Password : APN : satelindogprs.com Activate GPRS : ACTGPRS kirim ke 888 Call Center : (021) 5438 8888 atau 222 (dari handphone)

· Setting GPRS IM3==========.Connection name : M3-GPRS .Access point name : http://www.indosat-m3.net/
.User name : gprs .Password : im3 .Authentication : Normal .Homepage : http://wap.indosat-m3.net/
.IP address : 010.019.019.019 .Port : 9201 (standard), 8080 (proxy)

· Setting GPRS-ProXL===========.Connection name : XL GPRS .Data bearer : GPRS .Access point name : http://www.xlgprs.net/
.User name : xlgprs .Prompt Password : No .Password : proxl .Authentication : Normal .Homepage : http://wap.lifeinhand.com/
.Connection Security :- off .Session mode : permanent .Phone IP address : Automatic .Primary name server : 0.0.0.0 .Secondary name server : 0.0.0.0 .WAP Gateway IP Address : 202.152.240.50 .Port : 9201 (standard), 8080 (proxy)

Telkomsel GPRS

Cara Menyalakan / Mengaktifkan / Aktivasi Jaringan GPRS GSM pada Simpati, Kartu As dan Kartu Halo Telkomsel - Operator Seluler

GPRS adalah general pocket radio service, salah satu fitur data transfer dari penyedia jaringan seluler yang memungkinkan anda untuk berselancar di dunia maya tanpa harus menggunakan kabel dan alat piranti keras lainnya. Cukup dengan telepon selular yang anda miliki anda bisa langsung terkoneksi ke dunia maya dengan melakukan setting pengaktifan terlebih dahulu tentunya.
Syarat Pengaktifan dan Penggunaan GPRS1. Menggunakan handset / hp yang bisa gprs2. Ada software browser html / wap pada ponsel anda atau di koputer pc atau laptop jika anda menyambungkannya ke komputer.- Kartu anda dalam keadaan aktif tidak tenggang atau grace period.- Bagi simpati memiliki sisa pulsa minimal Rp. 500,-- Berada di wilayah yang dijangkau fitur GPRS
A. Langkah / Tahap Aktifasi GPRS pada Kartu Halo
1. Mengirim SMS ke 6616 dengan pesan sebagai berikut :
Ketik : GPRSKeterangan : Dikenakan tarif Rp 250 sekali kirim
2. 2 Kali Mendapatkan SMS Konfirmasi dari Server Telkomsel
Tunggu beberapa saat, anda akan menerima konfirmasi sms bahwa aplikasi gprs anda sedang diproses dan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 48 jam atau dua hari. Setelah gprs aktif pada server, anda akan kembali mendapat notifikasi sms kedua yang menyatakan gprs anda sudah aktif.
3. Lakukan seting gprs di ponsel anda dengan parameter umum :- Connection Name : APN Telkomsel- Data Bearer : GPRS- Access Point Name : telkomsel- Username : wap- Prompt Password : No- Password : wap123- Authentication : Normal- Gateway IP address : 10.1.89.130- Homepage : http://wap.telkomsel.com/- Connection Security : Off- Session Mode : Permanent
B. Langkah / Tahap Aktifasi GPRS pada Kartu Simpati dan Kartu As
1. Mengirim SMS ke 6616 dengan pesan sebagai berikut :
Ketik : GPRS[spasi]nomor ICCID (Integrated Circuit Card Identification) di belakang sim card simpati andaContoh : GPRS 6210001234567890Keterangan : Dikenakan tarif Rp 350 sekali kirim
2. 2 Kali Mendapatkan SMS Konfirmasi dari Server Telkomsel
Tunggu beberapa saat, anda akan menerima konfirmasi sms bahwa aplikasi gprs anda sedang diproses dan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 48 jam atau dua hari. Setelah gprs aktif pada server, anda akan kembali mendapat notifikasi sms kedua yang menyatakan gprs anda sudah aktif.
3. Lakukan seting gprs di ponsel anda dengan parameter umum :- Connection Name : APN Telkomsel- Data Bearer : GPRS- Access Point Name : telkomsel- Username : wap- Prompt Password : No- Password : wap123- Authentication : Normal- Gateway IP address : 10.1.89.130- Homepage : http://wap.telkomsel.com/- Connection Security : Off- Session Mode : Permanent
Selamat mencoba dan semoga berhasil

Radiasi Base Transceiver Station

Assalamualaikum,...Radiasi perangkat telekomunikasi relatif aman, bts (base transceiver station) belum terbukti timbulkan penyakit.frekwensi radio gelombang elektromag yang dihasilkan oleh perangkat telekomunikasi seluler yang ada di indonesia baik dari menara bts maupun pesawat telepon seluler relatif aman bagi kesehatan manusia.besaran radiasi yang dihasilkan masih dibawah ambang batas standar yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) dan lembaga sertifikasi dunia lain.pengoperasian perangkat yang menghasilkan frekwensi harus mendapat sertifikasi dari lembaga yang berwenang dalam hal ini Dirjen Postel.level batas radiasi yang diperbolehkan menurut standar yang di keluarkan WHO masing -masing 4.5watt/m2 untuk perangkat yang menggunakan frekwensi 900mhz dan 9 watt/m2 untuk 1800mhz.umumnya radiasi yang di hasilkan perangkat -perangkat yang di gunakan operator seluler tidak saja di indonesia tapi di seluruh dunia masih di bawah ambang batas standar dan relatif aman bagi manusia.berdasarkan hasil perhitungan pada jarak 1m (jalur pita pancar utama) tower bts dengan frekwensi 1800mhz menghasilkan total daya radiasi sebesar 9.5w/m2 dan pada jarak 12m menghasilkan total radiasi sebesar 0.55w/m2.jarak menara aman untuk tinggi menara 45m berjarak minimal 20m dari perumahan, 10m daerah komersil dan 5m untuk daerah industri. untuk menara diatas 45 berjarak minimal 30m dari perumahan, 15m derah komersil dan 10m untuk kawasan industri.informasi data ini saya dapat dari teman di PT. Ericsson Indonesia Pondok Indah.Nb: Dampak penyakit dari orang yang terkena radiasi langsung biasanya Pusing/Sakit kepala dan hilang keseimbangan, tapi jarang sekali terjadi.untuk yang mandul/impoten bagi laki-laki hanya sebatas wacana artinya mungkin saja pernah terjadi seperti teman saya yang pernah saya ceritakan tapi bisa saja memang sudah dari sana nya dia impoten,.. karena memang tidak ada investigasi langsung dari perusahaan dan tidak ada data yang mendukung untuk itu saya hanya bisa bilang itu wacana.mudah-mudahan bermanfaat